Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Hai readers!
Kalian pernah ga sih ngerasa kalau kalian itu hidup bagai parasit? Ga berguna buat orang lain? Kalau pernah, berarti ada yang bermasalah sama mental kalian.
Hm menarik nih. Kali ini, aku mau membahas salah satu poin penting dari buku "Self Driving" karya Rhenald Kasali. Buku yang lumayan membangun mindset tentang perubahan mentalitas kita.
Here we go.
Seseorang yang hidup di dunia ini akan menentukan pilihan, mau menjadi orang yang seperti apakah kita? Ini relate sama persoalan habits kemarin. Habits yang salah menghasilkan mental yang buruk juga.
Ada dua tipe orang yang bisa kita pilih:
Driver or passenger?
Apa bedanya?
Coba kalian bayangkan aja antara supir taxi dan penumpangnya.
Driver adalah orang yang duduk di depan, mengambil keputusan, berani ambil resiko, tidak boleh mengantuk, tidak boleh capek, tidak boleh lengah sedikit.
Berbeda halnya dengan passenger yang duduk di belakang, bebas mau ngapain, boleh tidur boleh makan, santai, ikut kemana geraknya driver.
Nah kira-kira mana yang lebih baik?
Jelas driver!
Dia tau arah yang jelas, berani mengorbankan sesuatu demi tujuan yang ingin dicapai. Inilah filosofi yang sebenarnya dalam hidup.
Oke, minggu depan kita bahas apa sih ciri-ciri lain yang membedakan driver dan passenger? Dan kalian masuk tipe yang mana ya?
Stay on my blog. See u!
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
#todaytenpageschallenge
#bookreview
You have two options in your life: be a person who always wait and quite or be a person who take an action and move.
- Webyrahma
- Subang, Jawa Barat, Indonesia
- dreamer, learner, worker, story teller
Sabtu, 18 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Habits is Everything #2
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Hi readers!
Setelah kemarin aku buat review pertama dari bukunya Ust. Felix soal habits, kali ini aku mau share lagi ke kalian tentang insight apa aja sih yang aku dapet dari buku ini. So, this is the last review of How to Master Your Habits ; by Ust. Felix.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, habits bukanlah sesuatu yang instan dan bisa langsung terbentuk melainkan butuh proses dan pembiasaan yang memakan waktu lama. Pembentukan habits analoginya sama dengan membentuk jalan raya. Jalan adalah akses untuk memudahkan transportasi berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Jalan dibentuk dalam waktu yang tidak sebentar mulai dari tanah lalu diberi batu, dibeton, diaspal sampai diperlebar. Semakin bagus jalan maka akses semakin lancar. Begitu juga habits. Habits adalah akses untuk menyampaikan informasi dari rangsangan ke bagian otak. Kok sama seperti syaraf? Yap benar sekali. Habits melatih syaraf-syaraf kita. Itulah mengapa habits harus terus dilatih.
"Sesungguhnya amalan yang paling disukai Allah yaitu yang dikerjakan terus menerus." (HR. Bukhari dan Muslim)
Menurut para pakar, manusia memiliki 3 milestone atau cek poin yang dapat dijadikan panduan dalam membentuk habits:
- Milestone pertama membutuhkan 30 hari (kondisi habits baru masih rapuh dan keinginan untuk kembali pada habits lama sangat besar)
- Milestone kedua membutuhkan 3x30 hari (keinginan untuk melanjutkan habits baru seimbang dengan keinginan untuk kembali pada habits lama)
- Milestone ketiga membutuhkan 10x30 hari atau setahun (kondisi habits baru sudah solid dan berjalan otomatis)
Saat ini sebagian besar orang selalu berpikir negatif pada keburukan yang dialami seperti mengeluh, mudah menyerah, dan menyalahkan takdir. Hal yang tidak mereka sadari adalah habits seperti itu yang justru membuat mereka semakin sulit. Orang selalu berpikir "andai aku jadi orang yang beruntung", padahal mereka tidak mengerti bahwa keberuntungan itu sendiri merupakan hasil dari habits.
Keberuntungan = persiapan (habits) x kesempatan (kuasaNya)
Kehidupan ini semakin lama semakin keras. Jika kita ingin melewati kerasnya dunia, jangan jadi orang yang biasa-biasa saja. Jadilah 'The Outliers'. Orang yang berani berbeda, berdampak positif bagi dunia. Bagaimana caranya? bentuklah habitsnya dari sekarang! Orang-orang hebat pasti memiliki sikap mental berikut:
- Bertindak, aksi nyata
- Berani ambil resiko
- Bergerak dan terus bergerak
- Visioner, bukan sebatas dunia tetapi juga akhirat
- Tidak banyak alasan
- Tidak menyalahkan keadaan atas kesalahan pribadi
So, sikap mana yang sudah kita miliki? atau justru belum ada sama sekali? Jangan kecil hati, masih ada waktu selama kita punya tekad yang kuat untuk mengubah diri menjadi lebih positif.
I hope, this post can give a new insight for you.
See you later on @todaytenpageschallenge !
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Sabtu, 04 Januari 2020
Habits is Everything #1
Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Hai readers! Long time no see.
Kali ini aku lagi coba baca buku yang keren banget dari Ust. Felix Siauw nih.
Judulnya How to Master Your Habits and i'm excited buat share ke kalian review part 1 setelah kurang lebih baca 1/4 buku hehe.
So, everything inside this book is explain about habits.
Dari mulai what? why? who? when? where? and how? semuanya aku bahas disini secara singkat.
Let's start.
What?
Sederhananya, habits adalah suatu pikiran, perasaan, atau tindakan yang muncul karena adanya pengondisian dan pembiasaan baik secara sengaja maupun tidak. Habits itu bagai pisau bermata dua: boost yourself or get you down. Semua tergantung dari bagaimana kita bisa mengendalikan habits itu sendiri bukan sebaliknya.
Why?
Alasan habits bisa muncul itu karena dua hal. What is that?
Practice and Repetition.
Latihan dan Pengulangan.
Habits itu ada karena kalian melakukannya secara terus menerus, berulang-ulang sampai akhirnya tidak menyadari bahwa segala sesuatu sudah terjadi secara otomatis.
Who?
Siapa yang harus mengendalikan habits? Kita sendiri. Kalau mau jadi orang hebat, kita harus ikutin habitsnya orang-orang hebat. Dan inget, prosesnya ga bisa instan.
Mulai dari siapa mulainya? Sekali lagi, diri sendiri. Awalnya pasti susah tapi kadang keterpaksaan di awal juga berbuah manis di akhir.
When?
Secepatnya. Jangan menunggu waktu yang pas karena yang dibutuhkan untuk merubah habits adalah komitmen. Istiqomah. Niat dan tekad yang bulat. Kalian harus punya daya tarik dan daya dorong. Goals yang mau kalian capai sebagai daya tarik dan motivasi yang kuat sebagai daya dorong. Semakin lama memulai semakin lama waktu untuk kalian mencapai tujuan tersebut.
How?
Inget kuncinya latihan dan pengulangan.
Lakuin aja dulu dari sekarang.
Terus ulangi.
Dan ulangi.
Stepnya: learn, commit, practice, repetition, habits
Ini udah jadi siklus habits so semua pasti akan berputar disitu.
Inget lagi, komitmen.
Setelah kalian tau pentingnya habits, berikut step by step yang harus kalian lakukan sekarang:
1. Mulai menentukan habits apa yang ingin kalian bentuk. Bebas apa saja.
Contohnya aku, sekarang sudah mulai membiasakan habits membaca.
2. Tentukan target dari habits yang sudah dipilih serinci mungkin.
Aku menetapkan target untuk halaman per hari dan target buku per tahun yang akan dibaca.
3. Bentuk lingkungan yang mendukung habits kamu.
Dalam mendukung habits ku buat baca, aku gabung di grup @todaytenpageschallenge dimana
disana isinya adalah orang-orang yang punya motivasi yang sama untuk punya habits membaca
buku. Jadi setiap hari selalu ada reminder untuk target-target yang sudah kita buat. Kamu juga bisa
kok minta bantuan orang terdekatmu atau pun bikin reminder di hp atau dimana aja yang bisa
terlihat sama kamu.
Intinya, lakukan semua dengan konsisten dan berkomitmen penuh. Inget, seseorang mungkin bisa terlihat menjadi orang hebat diluar tapi dia tidak akan pernah bisa membohongi habitsnya sendiri.
See you on the next review!
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Hai readers! Long time no see.
Kali ini aku lagi coba baca buku yang keren banget dari Ust. Felix Siauw nih.
Judulnya How to Master Your Habits and i'm excited buat share ke kalian review part 1 setelah kurang lebih baca 1/4 buku hehe.
So, everything inside this book is explain about habits.
Dari mulai what? why? who? when? where? and how? semuanya aku bahas disini secara singkat.
Let's start.
What?
Sederhananya, habits adalah suatu pikiran, perasaan, atau tindakan yang muncul karena adanya pengondisian dan pembiasaan baik secara sengaja maupun tidak. Habits itu bagai pisau bermata dua: boost yourself or get you down. Semua tergantung dari bagaimana kita bisa mengendalikan habits itu sendiri bukan sebaliknya.
Why?
Alasan habits bisa muncul itu karena dua hal. What is that?
Practice and Repetition.
Latihan dan Pengulangan.
Habits itu ada karena kalian melakukannya secara terus menerus, berulang-ulang sampai akhirnya tidak menyadari bahwa segala sesuatu sudah terjadi secara otomatis.
Who?
Siapa yang harus mengendalikan habits? Kita sendiri. Kalau mau jadi orang hebat, kita harus ikutin habitsnya orang-orang hebat. Dan inget, prosesnya ga bisa instan.
Mulai dari siapa mulainya? Sekali lagi, diri sendiri. Awalnya pasti susah tapi kadang keterpaksaan di awal juga berbuah manis di akhir.
When?
Secepatnya. Jangan menunggu waktu yang pas karena yang dibutuhkan untuk merubah habits adalah komitmen. Istiqomah. Niat dan tekad yang bulat. Kalian harus punya daya tarik dan daya dorong. Goals yang mau kalian capai sebagai daya tarik dan motivasi yang kuat sebagai daya dorong. Semakin lama memulai semakin lama waktu untuk kalian mencapai tujuan tersebut.
How?
Inget kuncinya latihan dan pengulangan.
Lakuin aja dulu dari sekarang.
Terus ulangi.
Dan ulangi.
Stepnya: learn, commit, practice, repetition, habits
Ini udah jadi siklus habits so semua pasti akan berputar disitu.
Inget lagi, komitmen.
Setelah kalian tau pentingnya habits, berikut step by step yang harus kalian lakukan sekarang:
1. Mulai menentukan habits apa yang ingin kalian bentuk. Bebas apa saja.
Contohnya aku, sekarang sudah mulai membiasakan habits membaca.
2. Tentukan target dari habits yang sudah dipilih serinci mungkin.
Aku menetapkan target untuk halaman per hari dan target buku per tahun yang akan dibaca.
3. Bentuk lingkungan yang mendukung habits kamu.
Dalam mendukung habits ku buat baca, aku gabung di grup @todaytenpageschallenge dimana
disana isinya adalah orang-orang yang punya motivasi yang sama untuk punya habits membaca
buku. Jadi setiap hari selalu ada reminder untuk target-target yang sudah kita buat. Kamu juga bisa
kok minta bantuan orang terdekatmu atau pun bikin reminder di hp atau dimana aja yang bisa
terlihat sama kamu.
Intinya, lakukan semua dengan konsisten dan berkomitmen penuh. Inget, seseorang mungkin bisa terlihat menjadi orang hebat diluar tapi dia tidak akan pernah bisa membohongi habitsnya sendiri.
See you on the next review!
Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.
Langganan:
Komentar (Atom)