Bukan hati namanya kalau gabisa menyembunyikan rasa yang sebenarnya terkubur.
Bukan hati namanya kalau ga pandai membalut luka yang mulai berbekas.
Dan hati ini hanya milik Kaum Hawa.
Sulit mengerti apa aku berada dalam suatu rasa atau tidak. Tapi dimulai kala itu kita jadi dekat. Seperti ada magnet yang menarikku. Entahlah. Mungkin ini hanya perasaan aku yang sebenarnya hanya khayal semata. Siapalah aku, hanya HambaNya yang bisa menebak tanpa tau bagaimana takdirku yang telah tertulis.
"Hanya bisa menatap dalam diam karena aku tak tau apa yang sebaiknya aku lakukan, biarlah waktu yang menuntunku kemana seharusnya aku melangkah."
Kadang betapa sakit kalau melihat kamu bercanda dengan yang lain, aku tau harusnya tak begitu. Itu spontan. Terlalu cepat memang untuk menaruh hati padamu tapi rasa inilah yang membuat semua terasa sangat cepattt. Aku yang sepertinya terlalu bangga, terlalu percaya diri kalau kamu juga seperti aku. Ah, sepertinya ada yang jauh lebih baik daripada aku. Jadi, tak ada alasan untuk memilih aku. Yepp, mungkin ikatan T E M A N sudah lebih dari cukup. Aku paham. Mari kita lihat takdir sajaa:')