Assalamu'alaikum temen-temen semua. Kali ini kita bahas tentang sabar ya. Ini bahasan yang umum sekali dan pasti kalian sudah sangat paham mengenai ini.
Sabar, secara etimologi berarti menahan dan mencegah (al-habsu wal kaffu). Secara terminologi, sabar adalah menahan diri untuk melakukan keinginan dan meninggalkan larangan Allah swt, sabar juga berarti sikaf tegar dan kukuh dalam menjalankan ajaran Islam ketika muncul dorongan nafsu, ketegaran yang dibangun diatas landasan Al-Qur’an dan As-sunnah. Sabar dapat juga berarti puncak sesuatu, orang yang memiliki kesabaran, akan sampai pada puncak kemuliaan. Allah telah memuji orang-orang yang bersabar dan menyebutkan mereka dalam firman-Nya : “hanya orang-orang yang bersabar akan diberi pahala mereka yang tidak terbatas.” (QS.Az-Zumar : 10).
Nah itu definisi umumnya, sekarang coba kita kaitkan SABAR dengan kaum REMAJA. Di era modern ini bukan tidak mungkin para remaja bisa dihitung jari yang memiliki kesabaran yang luar biasa. Untuk hal-hal sepele, emosinya sudah langsung meluap, tidak bisa sedikit saja menahan diri. Contohnya dalam:
1. Sabar dalam belajar
Hayo, ini biasanya yang paling sering membuat remaja (pelajar) jadi stress ga karuan dan akhirnya tidak bisa mengontrol emosinya. Tugas sedikit - ditunda tunda - akhirnya numpuk - jadi males ngerjain - makin numpuk - jadi marah marah gajelas - stress sendiri - and tidak dikerjakan semuanya finally. Ini problem yang sudah membabi buta kalau lebaynya ya. Kita kan sudah mengerti kalau menuntut ilmu itu wajib hukumnya dan wajib itu kalau ditinggalkan dosa kan yaa? Makanya gaada salahnya untuk sabar. Kerjain aja tugas nya dicicil gitu, nanti kan ga kerasa tugasnya udah selesai. Jangan mikir seberapa banyak tugas yang dikasih, tapi coba lihat manfaat dari tugas itu.
2. Sabar dalam hubungan sosial
Maksud sabar disini adalah sabar untuk menjauhi zina. Seperti yang kita tau, sebagai muslim yang baik tidak boleh berdekatan dengan yang bukan makhramnya. "PACAR" wah kata ini pasti kalian sudah mengenal dengan baik. Kalau ditanya, penting engga punya pacar? Pasti jawabnya beragam ya. Tapi yang harus diingat, waktu kita di dunia ini ga banyak. Ada hal lain yang jauh lebih penting daripada harus ngurusin pacar. Bersabar sedikit dalam berhubungan, sebatas temen aja cukup kan? Jodoh sudah ada yang ngatur *prinsip* Kalau kita baik, jodoh yang baik bakal nyamperin jadi jangan terburu-buru.
3. Sabar dalam keluarga
Remaja itu masa dimana emosi sangat labil. Kalau sedang lelah dan males, pasti ujung-ujungnya marah. Apalagi kalau di rumah, disuruh orang tua sedikit ngeluh, disuruh jagain ade ngeluh, dikasih kerjaan sepele ngeluh. Alasannya, capek seharian di sekolah banyak tugas dan sebagainya. Disinilah kita diuji. Sejauh mana kita bisa melewati semua beban kehidupan. Orang sabar gaakan sia-sia kok. Justru ketika kita sabar, Allah swt. sedang mempersiapkan sebuah jembatan menuju kemudahan. Mengeluh boleh tapi hanya kepadaNya. Tapi sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang mengeluh. Keluarga di rumah adalah satu-satunya tempat dimana seharusnya kita bisa saling sharing tentang aktivitas kita. Bukan malah menjadi tempat untuk meluapkan emosi setelah seharian beraktivitas.
Yap, sekian nih dari saya. Semoga berkah ya. Saya menulis ini karena pengalaman saya, sebenarnya saya juga masih belajar untuk sabar karena memang manusia itu ladangnya dosa dan yang sempurna hanya Allah swt. Sebagai sesama makhluknya, wajib untuk saling mengingatkan. Sabar itu indah.
Wassalamu'alaikum.