Bukan hati namanya kalau gabisa menyembunyikan rasa yang sebenarnya terkubur.
Bukan hati namanya kalau ga pandai membalut luka yang mulai berbekas.
Dan hati ini hanya milik Kaum Hawa.
Sulit mengerti apa aku berada dalam suatu rasa atau tidak. Tapi dimulai kala itu kita jadi dekat. Seperti ada magnet yang menarikku. Entahlah. Mungkin ini hanya perasaan aku yang sebenarnya hanya khayal semata. Siapalah aku, hanya HambaNya yang bisa menebak tanpa tau bagaimana takdirku yang telah tertulis.
"Hanya bisa menatap dalam diam karena aku tak tau apa yang sebaiknya aku lakukan, biarlah waktu yang menuntunku kemana seharusnya aku melangkah."
Kadang betapa sakit kalau melihat kamu bercanda dengan yang lain, aku tau harusnya tak begitu. Itu spontan. Terlalu cepat memang untuk menaruh hati padamu tapi rasa inilah yang membuat semua terasa sangat cepattt. Aku yang sepertinya terlalu bangga, terlalu percaya diri kalau kamu juga seperti aku. Ah, sepertinya ada yang jauh lebih baik daripada aku. Jadi, tak ada alasan untuk memilih aku. Yepp, mungkin ikatan T E M A N sudah lebih dari cukup. Aku paham. Mari kita lihat takdir sajaa:')
You have two options in your life: be a person who always wait and quite or be a person who take an action and move.
- Webyrahma
- Subang, Jawa Barat, Indonesia
- dreamer, learner, worker, story teller
Jumat, 26 September 2014
Sabtu, 20 September 2014
Kata Dalam Bisu
by : Weby Rahmawati
on : 20 Sept 2014
Daun menari bersama angin
Mahkota direbuti si penghisap
Hamparan kapas menyambut baik
Kala itu
Berpesta ria tertawa riang
Namun bagaimana dengan aku
Menatap bayang diri semu
Remang-remang dalam gelap
Aku masih terpaku
Terkunci rapat dalam bisu
Mencoba mendobrak hingga bebas
Sayang, Tuhan tak berpihak
Masih jadi rahasia
Entah apa dan bagaimana aku
Saat dunia berganti
Mungkin masih terkunci
Mungkin sudah bebas
Langganan:
Postingan (Atom)